Elapsed Time Vs Moving Time

Adhistya Febriani

Written by Katadhisty

December 5, 2020

Moving time vs elapsed time

 

Apakah teman-teman runners disini pernah mendengar istilah Elapsed Time dan Moving Time? Nah, pasti kalian sudah gak asing ya dengan dua istilah ini. 

Elapsed Time VS Moving Time, apa perbedaannya?

Elapsed Time adalah durasi kita mulai berlari sampai selesai dimana termasuk istirahat (termasuk jika kita berhenti untuk minum ataupun ke toilet) dan waktu pause jika kita menggunakan sport watch. Sedangkan Moving Time adalah waktu dimana ketika kita aktif berlari, sehingga waktu istirahat dalam Moving Time gak dihitung. 

Secara hitungan waktu, misalkan Elapsed Time kita adalah ~50 menit sedangkan Moving Time nya adalah ~46 menit, artinya ada perbedaan waktu 4 menit yang teman-teman gunakan selain berlari. Hal ini juga akan mempengaruhi pace atau kecepatan berlari kita. Hitungan pace berdasarkan moving time dan elapsed time bisa jadi hampir sama atau berbeda jauh sama sekali. Misalkan pace teman-teman 6:30 /km berdasarkan moving time dan 6:32 /km berdasarkan elapsed time, kalau melihat waktu seperti ini kita bisa pakai pace yang manapun, baik 6:32 /km ataupun 6:30 /km. Namun, jika pace teman-teman 5:35 /km by moving time dan 7:10 /km by elapsed time, tentu saja ini mengindikasikan bahwa teman-teman melakukan beberapa breaks atau berhenti saat kita berlari. 

Kalau begitu kita mengacu ke pace yang mana? Nah, pada umumnya memang elapsed time adalah acuan waktu yang lebih fair dibandingkan dengan moving time, apalagi kalau teman-teman mengikuti race. Saat race; baik itu virtual atau offline race, pace teman-teman pasti akan mengacu pada elapsed time nya, makanya akan terlihat jika teman-teman melakukan break atau pause. Maka dari itu, sebaiknya jangan terbuai dengan performa pace berdasarkan moving time yang sangat baik tapi ternyata berbeda jauh dengan pace berdasarkan elapsed time nya.

Dilansir dari @run4prs kita bisa mengurangi waktu berhenti kita saat berlari supaya elapsed dan moving time kita tidak berbeda jauh, misalkan dengan cara: 

  1. Mengatur kombinasi jalan dan berlari daripada berhenti sama sekali, hal ini juga bisa membuat heart rate kita lebih stabil,
  2. Pahami rute berlari, terutama untuk virtual race yang bisa kita lakukan dimana saja. Sebaiknya ambil rute yang tidak banyak melewati lampu merah,
  3. Bukan berarti kita tidak boleh berhenti sama sekali, boleh saja kita breaks untuk minum, ataupun ke toilet saat berlari, apalagi kalau untuk half atau full marathon. Berhenti 2-3 menit untuk ke toilet ataupun minum masih terhitung normal.

Nah itu dia penjelasan singkat dari Elapsed Time Vs Moving Time sekaligus tips singkat untuk mengurangi waktu berhenti kita saat berlari. Semoga bermanfaat ya! 🙂

 

BACA JUGA: Tips Memilih Sepatu Lari. Jangan Asal Pilih!

You May Also Like…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected.