Cross Training untuk Pelari Berdasarkan Target Area

Cross Training untuk pelari

Written by Katadhisty

February 6, 2021

Hello runners! Tahukah kamu kalau berlari TIDAK PERLU setiap hari? Wah, kenapa? Ya, karena berlari termasuk kegiatan olahraga high impact, yaitu salah satu jenis olahraga aerobik yang dapat membuat detak jantung kita lebih cepat dan membuat tulang dan sendi kita stres akibat dari hentakan yang berulang.

Justru, jika kita berlari setiap hari performa akan menurun dan kecepatan berlari malah semakin berkurang.

Maka dari itu, pelari WAJIB untuk melalukan cross training, yaitu jenis-jenis latihan selain berlari yang dapat meningkatkan fitness level, performance, maupun untuk recovery sebagai bentuk istirahat sejenak (break) dari berlari.

Jenis latihan-latihan tersebut seperti: berenang, sepeda, yoga dan strength training baik itu untuk latihan penguatan core maupun weight training dengan resistance band.

Nah, masing-masing dari jenis cross training ini ternyata juga mempunyai manfaat yang berbeda untuk tubuh kita. Terdapat 6 target area yang bermanfaat untuk menguatkan otot-otot kita sebagai fondasi kekuatan berlari, yaitu: Flexibility, Mobility, Strength, Stability, Endurance dan Recovery.

Cross Training For runners (1)

  1. Flexibility dan Mobility

Jenis olahraga untuk meningkatkan flexibility dan mobility bagi pelari bisa dilakukan dengan berenang ataupun yoga. Penting untuk tidak melewati latihan flexibility dan mobility ke dalam program lari kita karena dapat meningkatkan efisiensi dalam berlari dan membentuk form lari yang lebih baik.

  1. Strength dan Stability

Yoga, core dan resistance training adalah jenis latihan yang dapat meningkatkan kekuatan dan stabilitas (strength & stability) tubuh kita. Jenis-jenis latihan ini diketahui juga vital untuk meningkatkan performa lari kita, terutama untuk menambah kekuatan pelari saat melakukan stride atau langkah saat berlari.

  1. Endurance

Rata-rata pelari takut kehilangan endurance atau stamina tubuh jika sedang tidak berlari. Tapi jangan khawatir, karena dengan melakukan cross training seperti berenang maupun bersepeda, kita tetap dapat melatih stamina atau endurance kita sebagai pelari.

  1. Recovery

Tahukah kamu kalau recovery juga bagian dari cross training? Nah, memang kebanyakan penggiat olahraga tidak menyukai waktu recovery ya.

Tenang, recovery tidak melulu mengenai kegiatan yang membosankan, dengan berenang, sepeda dan yoga kita sudah mengikuti dari bagian latihan recovery, lho. Tapi, tetap dilakukan secara santai ya, artinya dengan pace atau kecepatan yang masih terasa nyaman dan tidak tergesa-gesa. So, don’t hate recovery days ya runners! 😊

Itu dia teman-teman, penjelasan singkat mengenai cross training. Banyak ya ternyata jenis-jenis cross training untuk melengkapi program lari. Sekarang tiba saaatnya untuk mengecek program kita nih, sudah divariasikan dengan cross training nya belum?

BACA JUGA: Aerobic Sport VS. Strength Training

You May Also Like…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected.