Aerobic Sport VS. Strength Training

Written by Katadhisty

January 8, 2021

Membentuk tubuh bugar dan ideal bisa dimulai dari aerobic sport sampai dengan strength training. Apa sih artinya dari kedua aktivitas itu? Yuk, kita baca penjelasan berikut mengenai aerobic sport dan strength training.

Aerobic Sport

Dalam Bahasa Inggris aero berarti udara atau oksigen. Jadi, berdasarkan makna dan gerakan nya, aerobic sport atau olahraga aerobik ini adalah jenis aktivitas fisik yang membutuhkan oksigen untuk dikirim ke bagian otot yang kemudian dapat mempengaruhi daya tahan otot kita dalam melakukan atau mempertahankan kontraksi secara berulang dalam waktu tertentu (endurance).

Olahraga ini juga dikenal sebagai kardio karena merangsang denyut jantung dan laju pernapasan agar meningkat dengan cepat. Berlari, sepeda, mendaki dan berenang mempunyai efek kardio yang paling menonjol dalam olahraga aerobik. Aktivitas jogging atau golf meskipun menyenangkan tapi kedua aktivitas ini bukan termasuk olahraga aerobik. Olahraga aerobik pada dasarnya mengenai aktivitas ketahanan yang stabil (endurance activity) yang meningkatkan detak jantung dan menjaganya tetap tinggi.

Beberapa studi juga menjelaskan bahwa olahraga aerobik memberikan efek pencegahan pada penurunan kognitif di usia lanjut karena membuat otot kuat dan meningkatkan ketahanan tubuh. Maka dari itu, disarankan untuk melakukan nya secara rutin 4-6x seminggu.

Strength / latihan kekuatan otot:

Strength training merupakan hal yang fundamental dari semua program latihan. Latihan ini pada dasarnya adalah tentang kemampuan otot kita untuk memberikan kekuatan atau power dan berkaitan langsung dengan koordinasi saraf kita. Koordinasi inilah yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita yang bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk ketahanan fisik saat di usia senja nanti. Semakin bertambah nya usia, seseorang lebih membutuhkan latihan kekuatan agar bisa membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang, otot, sendi dan ligamen sampai tua. 

Strength training yang biasa kita temui contohnya push-up, sit–up, ataupun angkat beban. Olahraga ini bisa dilakukan dengan atau tanpa alat seperti dumbbell. Ada mitos yang mengatakan olahraga ini bisa membentuk otot wanita seperti pria. Ini tidak sepenuhnya benar. Justru, dengan intensitas dan frekuensi latihan yang tepat yaitu 2-3x seminggu, tubuh akan lebih berstamina untuk melakukan olahraga yang lebih sulit dan menghasilkan bentuk tubuh wanita yang lebih indah. 

Nah, antara olahraga aerobik dan strength training tersebut harus dikombinasikan dengan benar agar mendapatkan manfaat olahraga secara optimal. Misalnya, 4x seminggu untuk latihan aerobik (divariasikan berdasarkan level tertentu), 2x seminggu untuk strength training atau latihan beban dan 1 hari untuk istirahat atau rest day.

Bagaimana teman – teman? Apakah sudah memiliki pilihan mantap untuk jenis olahraga yang akan digeluti? 🙂

You May Also Like…

2 Comments

  1. Ridwan

    Setelah mengetahui kategori kecabangan aktivitas olahraga yg kita lakukan selanjutnya tahapan yg harus saya lakukan bagaimana ka?

    Reply
    • Katadhisty

      Halo Mas Ridwan, wah sorry saya baru sempat balas. Tahap selanjutnya pastinya langsung implementasi saja mas, dan monitor progress nya secara rutin. 🙂

      Reply

Trackbacks/Pingbacks

  1. Cross Training untuk Pelari Berdasarkan Target Area - Katadhisty Blogs - […] BACA JUGA: Aerobic Sport VS. Strength Training […]

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected.